Cacing di dalam tubuh perekonomian bisa berupa korupsi

Cacing di dalam tubuh perekonomian bisa berupa korupsi – Presiden rajin menjelajah ke seantero negeri. Pembangunan infrastruktur sangat masif. Inflasi terendah sepanjang sejarah. Angka kelompok berhasil sampai hanya satu digit yang pernah terjadi sejak merdeka.

Ketimpangan terukur dengan nisbah Gini (rasio Gini) juga turun ke aras di bawah 0,4, yang berarti ketimpangan di Indonesia rendah. Di masa Presiden SBY sempat di atas 0,4 (ketimpangan sedang).

Investasi yang merupakan ujung tombak utama pertumbuhan mencapai aras tertinggi, juga terjadi di era Jokowi.

Mengapa dengan segala sesuatu yang fenomenal pertumbuhan justru melemah dibandingkan dengan periode pemerintahan sebelumnya?

Masalah paling mendasar adalah investasi besar tetapi hasilnya kecil. Inilah yang harus dijawab dan dicarikan obat mujarabnya, ”kata Faisal dikutip cnbc.com.

Ibarat anak di usia pertumbuhan yang dapat asupan bergizi tetapi mengapa berat badannya tidak naik. Boleh jadi banyak cacing di perut anak itu.

Cacing di dalam tubuh perekonomian bisa berupa korupsi yang menyedot darah dan energi perekonomian. Uang hasil korupsi dilarikan ke luar negeri dan digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Korupsi merampas hak rakyat sehingga rakyat tetap loyo.

Cacing bisa juga berupa praktik antipersaingan. Proyek-proyek besar yang diberikan ke BUMN, tak ada tender sehingga tidak terbentuk harga kompetitif. Proyek-proyek tanpa dibekali perencanaan yang memadai.

“Penempatan yang lebih berbahaya adalah para investor kelas kakap yang dapat fasilitas istimewa dari penguasa. Investasi mereka sangat besar, tetapi hampir segala kebutuhannya, puluhan ribu tenaga kerja dibawa oleh negara asal dan tidak menggunakan visa kerja, ”tulis Faisal.

Lalu penyediaan bahan baku sangat murah karena diterapkan larangan ekspor sehingga pengusaha dalam negeri yang memasok investor asing menderita luar biasa.

“Karena kedekatan dengan penguasa, seorang investor dapat memperoleh keistimewaan. Proyek-proyek mereka dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan status itu mereka bisa menjadi apa saja tanpa bea masuk, tidak perlu menggunakan komponen dalam negeri. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *